RELEVANSI TEORI KECERDASAN MAJEMUK HOWARD GARDNER TERHADAP IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM DALAM PENDIDIKAN MATEMATIKA
DOI:
https://doi.org/10.30740/jee.v9i2.381Abstrak
Abstrak
Pendidikan matematika menghadapi tantangan yang persisten berupa pendekatan pembelajaran yang belum secara memadai mengakomodasi keberagaman profil kognitif peserta didik. Teori Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences/MI) Howard Gardner menegaskan bahwa kapasitas kognitif manusia jauh melampaui sumbu linguistik-logis yang selama ini mendominasi pembelajaran matematika di sekolah. Pada saat yang sama, Deep Learning (DL) sebagai paradigma pedagogis kontemporer menekankan pembangunan pemahaman yang transferabel, bermakna, dan reflektif, bukan sekadar penghafalan prosedur permukaan. Kajian teoretis ini menelaah secara sistematis titik-titik temu konseptual antara teori MI dan prinsip-prinsip DL dalam konteks pembelajaran matematika. Temuan menunjukkan bahwa keselarasan antara MI dan DL bersifat koheren secara struktural: MI menyediakan titik masuk yang terindividualisasi, sementara DL menetapkan target kedalaman kognitif. Pengintegrasian kedua kerangka menghasilkan ekosistem pembelajaran matematika yang terdiferensiasi, yang mampu menumbuhkan berpikir kritis, pemecahan masalah, kesadaran metakognitif, dan kreativitas pada berbagai profil pelajar.
Kata Kunci: Kecerdasan Majemuk; Deep Learning; Pembelajaran Matematika
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The author is responsible for acquiring the permission(s) to reproduce any copyrighted figures, tables, data, or text that are being used in the submitted paper. Authors should note that text quotations of more than 250 words from a published or copyrighted work will require a grant of permission from the original publisher to reprint. The written permission letter(s) must be submitted together with the manuscript.







